Hukum Karma

assalamualaikum.

dulu ada seorang kenalan jauh. tak rapat. tak pernah jumpa. cuma tahu siapa dia. i did something bad to her friend. and her words. all these.

lets karma hits your face !

dari situ la baru saya tahu apa itu karma yang mereka cakapkan ni. apa yang saya faham masa tu is something about takdir maybe. what you give you get back. so she hoped me to get the punishment for being bad to her bestfriend. maybe ._.

benda nya dah lama. bulan 12 tahun lepas. rasanya hari ni genap 6 bulan kalau tak silap. tapi entah kenapa tiba tiba hati ni tergerak untuk cari apa sebenarnya yang dimasukkan karma ni? boleh ke kita as muslim percaya with this 'hukum'? cari punya cari and i found THIS :)

hukum karma berasal daripada agama Hindu dan merupakan salah satu 'rukun iman' mereka

Karmaphala - percaya kepada hukum karma

dan 'hukum karam' ini tidak berkait sama sekali dengan 'takdir' yang kebanyakan orang samakan. tidak ada persamaan hukum dalam Al-Quran mahupun hadis. 

Karma berarti “perbuatan / tindakan”. Hukum karma adalah hukum semesta sebab-akibat, dimana setiap tindakan kita akan membuahkan hasil tindakan atau buah karma [karma-phala]. Yang berarti apapun yang terjadi pada diri kita di masa lalu, masa kini dan masa yang akan datang, ditentukan sepenuhnya oleh tindakan diri kita sendiri. Tanpa ada intervensi dari Brahman, Dewa-Dewi ataupun pihak lain. Dan yang dimaksud dengan “tindakan” itu adalah pikiran, perkataan, dan perbuatan kita sendiri….” 

sebagai seorang Islam, kita percaya takdir itu ditentukan oleh Allah. Qada dan Qadarnya.

  وَخَلَقَ كُلَّ شَيْءٍ فَقَدَّرَهُ تَقْدِيرًا. 

 “Dan Dialah yang menciptakan segala sesuatu lalu menetapkan takdirnya dengan sebenar-benarnya.” (QS. Al-Furqan: 2)

namun agama Buddha menyangkal fahaman sebegitu

“Ajaran Buddha tidak mengajarkan paham “takdir”, juga tidak mengajarkan paham “bebas kehendak”, tapi suatu ‘kehendak-berprasyarat’”

kalau nak tahu detail lagi boleh usha that page. tapi adalah lebih baik untuk kita tidak menggunakan lagi perkataan 'hukum karma' itu. kita kurang tahu akan kebenarannya. dan perkara syubahah itu wajar ditinggal. 
Allah berfirman:

لا تَقْفُ مَا لَيْسَ لَكَ بِهِ عِلْمٌ إِنَّ السَّمْعَ وَالْبَصَرَ وَالْفُؤَادَ كُلُّ أُولَئِكَ كَانَ عَنْهُ مَسْئُولا

“Dan janganlah engkau mengikuti apa yang engkau tidak mempunyai pengetahuan tentangnya. Sesungguhnya pendengaran, penglihatan dan hati, semuanya itu akan diminta pertanggung jawaban.” (QS. Al-Isra’: 36)


dan Hadis nabi sendiri melarang kita untuk mengikuti ajaran mereka 

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنْ تَشَبَّهَ بِقَوْمٍ فَهُوَ مِنْهُمْ 


“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum, maka ia termasuk golongan mereka”. (HR. Abu Dawud, 

berhati hati dalam menyebarkan perkataan. bak kata orang tua, kerana pulut santan binasa, kerana mulut badan binasa. sekadar perkongsian.

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu beliau berkata, “Nabi Shallallahu ‘Alaihi wa Sallam bersabda:

إِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ رِضْوَانِ اللهِ, لاَ يُلْقِيْ لَهَا بَالاً؛ يَرْفَعُ اللهُ بِهَا دَرَجَاتٍ, وَإِنَّ الْعَبْدَ لَيَتَكَلَّمُ بِالْكَلِمَةِ مِنْ سَخَطِ اللهِ, لاَ يُلْقِيْ لَهَا بَالاً؛ يَهْوِيْ بِهَا فِيْ جَهَنَّمَ.


“Sesungguhnya benar-benar ada seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang diredhai Allah, sedangkan dia tidak memperhatikannya, padahal dengan sebab itu Allah meninggikannya beberapa derajat. Dan sesungguhnya benar-benar ada seorang hamba yang mengucapkan suatu perkataan yang dimurkai Allah, sedangkan dia tidak memperhatikannya, padahal dengan sebab itu dia terjatuh ke dalam neraka Jahannam. 

assalamualaikum. wallahualam.

and for you. mentioned above. im sorry.

No comments:

Post a Comment